Category Archives: Artikel

Koleksi Museum Prabu Siliwangi Terdaftar di Cagar Budaya Kemendikbud

Tags :

Category : Artikel , Berita , Koleksi

Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi merupakan salah satu museum yang ada di Kota Sukabumi, museum yang terdaftar  dan telah memiliki izin Pendirian  dengan SK : DISPORABUDPAR No. 556 /24/Disporabudpar/2011 dan telah diakui Anggota Asosiasi Museum Indonesia No 175.

Para pengunjung Museum Prabu Siliwangi akan disuguhkan banyak benda-benda sejarah dari berbagai jenis Batu jaman Padjadjaran, tulisan atau naskah-naskah yang tertulis di kulit harimau, kulit kayu dengan aksara sunda padjadjaran, senjata keris dan tombak peninggalan zaman padjadjaran, keramik-keramik yang memiliki nilai sejarah serta warisan keluarga dari Pimpinan Museum Prabu Siliwangi yang merupakan keturunan ke-16 Prabu Siliwangi secara biologis.

Benda-benda yang berada di Museum  Sejarah Sunda Prabu Siliwangi telah di teliti oleh Pakar Arkeolg Unpad DR. Tony dan menyatakan bahwa “Benda yang ada di Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi 60% memiliki nilai benda cagar budaya” (sumber : Radar sukabumi), menurut DR. Tony  salah satu arca yang berada di museum (Polinesia) Arca polinesia diperkirakan berasal dari masa 5000 Tahun  sebelum Masehi.

Maka, dari Museum sejarah Sunda ini tercipta karya buku Sasakala Prabu Siliwangi, Sasakala Sindang Parang,  Juga dari Museum ini terlahirlah Icon Seni Budaya Sunda yaitu Maen Boles dan Ngagotong Lisung yang menjadi juara 1 tingkat Jawa Barat dan juara ke 2 di tingkat Nasional. Selain itu, Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi  sudah banyak dikunjungi oleh warga negara asing yang datang dari bernagai negara di belahan Dunia.

 

Sumber : https://sukabuminewsphoto.com/berita/museum-prabu-siliwangi-al-fath-diminati-wisatawan-mancanegara

Sumber: http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/siteregnas/public/objek/newdetail/PO2017030400006/index-infografis.html#a-tab-peta

 


Kunjungan Mojang Jajaka Kota Sukabumi

Tags :

Category : Artikel , Berita , Kegiatan

Dalam kegiatan City Tour Mojang Jajaka Kota Sukabumi 2017, Museum Prabu Siliwangi Pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi, menjadi salah satu destinasi Mojang Jajaka Kota Sukabumi dalam hal pengenalan Icon Budaya Kota Sukabumi ( Boles, Museum, Lisung Ngamuk). Para peserta MOKA begitu antusias untuk mengenal budaya lokal yang menjadi icon Kota Sukabumi .

Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi merupakan salah satu museum yang ada di Kota Sukabumi, museum yang terdaftar  dan telah memiliki Izin Pendirian  Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi SK : DISPORABUDPAR No. 556 /24/Disporabudpar/2011 dan telah diakui Anggota Asosiasi Museum Indonesia No 175.

Di museum para pengunjung akan disuguhkan banyak benda-benda sejarah dari berbagai jenis Batu jaman Pajajaran yang memeiliki bentuk-bentuk Unik, Tulisan atau naskah-naskah dari jaman pajajaran yang di tulis di kulit harimau, kulit kayu, yang bertuliskan aksara sunda pajajaran, senjata keris dan tombak peninggalan jaman pajajaran dan warisan keluarga, keramik-keramik yang memiliki nilai sejarah.

Benda-benda yang berada di Museum  Sejarah Sunda Prabu Siliwangi telah di teliti oleh Pakar Arkeolg Unpad DR. Tony menyatakan Benda yang ada di Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi 60% memiliki nilai benda cagar budaya (sumber : Radar sukabumi), menurut DR. Tony  salah satu arca yang berada di museum (Polinesia) Arca polinesia diperkirakan berasal dari masa 5000 th  sebelum masehi.

Dari museum ini tercipta karya buku Sasakala Prabu Siliwangi, Sasakal Sindang Parang, Maen Boles. Juga dari museum ini melahirkan icon seni Budaya Sunda maen boles dan ngagotong lisung yang menjadi juara 1 di Jawa Barat dan juara ke 2 di Nasional. Juga museum ini sudah banyak dikunjungi oleh warga negara asing di bernagai negara didunia

 

 


Kunjungan Kabid DISPARBUD Provinsi Jawa Barat

Category : Artikel , Berita , Kegiatan

Kunjungan Kabid DISPARBUD Provinsi Jabar, Bapak Wahyu bersama team dengan tujuan melihat temuan team ekspedisi Museum Prabu Siliwangi Sukabumi (Santri Pesantren Dzikir Al-fath) dan POLRESTA Kota Sukabumi di gunung manglayang berupa Kapak Batu dan Patahan Batu Menhir yg mirip dengan bebatuan di gunung padang.

DISPARBUD Provinsi Jabar memberikan apresiasi dan penghargaan yg baik terhadap kegiatan Pesantren Dzikir Al-Fath dan Polresta Kota Sukabumi dalam memeliharan, mengidentifikasi dan menjaga benda-benda yg diduga cagar budaya. Melihat bukti dari temuan bebatuan di gunung manglayang pihak Disparbud Provinsi Jabar memberikan dugaan kuat di sana ada situs cagar budaya. Bekas bangunan Belanda dan Jepang yang sudah dipastikan itu sebagai situs cagar budaya yg harus segera dilakukan penelitian dan pengkajian yg lebih dalam.

Selain itu, terdapat juga sebuah makam pahlawan laskar hizbullah yg ditembak oleh Belanda harus menjadi bukti dan fakta sejarah yg dipublikasikan agar menjadi sejarah yg dipelajari dan di ambil hikmahnya serta menjadi sumber data primer bagi para peneliti.

Sehingga temuan yg dilakukan oleh Team Museum Prabu Siliwangi (Santri Pesantren Dzikir Al-fath) dengan Polresta Kota Sukabumi akan segera ditindaklanjuti oleh DISPARBUD Provinsi Jabar. Kunjungan dari DISPARBUD Provinsi Jabar menunjukan bahwa DISPARBUD Provinsi Jabar sangat peduli, responsive, langsung berkunjung ke Museum Prabu Siliwangi yang berada di Komplek Pesantren Dzikir Al-Fath untuk memberikan apresiasi serta motivasi.

 


Ekpedisi Museum Prabu Siliwangi di Gunung Manglayang

Category : Artikel , Berita , Kegiatan

Sukabumi 18 juli 2017, Ekpedisi Museum Prabu Siliwangi ke Kecamatan Cirenghas Desa Tegal Panjang kampung Pojok Gunung Manglayang, ditemukannya Kujang dan juga terdapat gedung bangunan jaman belanda yg ada di pinggir gunung manglayang di tengah sawah, diduga bekas benteng jaman belanda dan bekas pengalian emas.

Di gunung manglayang tersebut team menemukan 2 perkakas batu berbentuk batu kapak yg diduga di gunung manglayang ada jaman PRASEJARAH karena ditemukan perkakas peralatan dari batu jaman megalitikum dan di atas gunung manglayang menurut masyarakat setempat ditemukan adanya makam yg dipercaya sebagai RADEN ARIA PANINGSING.

Selain ditemukan perkakas batu jaman megalitikum juga ada bangunan jaman belanda dan ada legenda yg cukup menarik untuk diteliti dan menjadi bukti bagi penggalian sejara sunda karena berkaitan dan berhubungan dgn gunung padang cianjur, gunung rosa, gunung manglayang, gunung karang dan gunung arca yg telah banyak dibuktikan ditemukan benda-benda dari batu seperti lisung, coet, batu dakon, dolmen, juga arca polinesia dll yg sekarang tersimpan di Museum Prabu Siliwangi Pesantren Dzikir Alfath.


Penemuan Arca Ganesha di Gunung Tangkil

Category : Artikel , Berita , Kegiatan

 

SUKABUMI, (PR).- Sejumlah benda purbakala kembali ditemukan di kawasan situs Gunung Tangkil, di Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Adalah Batu Arca Ganesha setinggi 40 cm yang kali ini ditemukan, tepatnya di kawasan hutan lindung Sukawayana, tidak jauh dari pantai selatan Palabuhanratu.

Batu berbentuk gajah duduk itu ditemukan terpendam didalam lumpur yang dikeliling akar pohon besar. Batu Arca Ganesha tersebut ditemukan setelah dilakukan serangkaian penggalian yang dilakukan tim Mitra Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sukabumi dengan dibantu warga sekitar.

Ketua Tim Mitra Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sukabumi, Fajar Laksana mengatakan penggaliandilakukan untuk menghindari aksi penjarahan terhadap benda bersejarah. Apalagi kawasan hutan lindung berada tidak jauh dari obyek wisata Palabuhanratu.

“Karena dikhawatirkan dijarah, maka kami terpaksa melakukan penggalian. Arca batu kini telah dievakuasi dan disimpan dimusium Prabu Siliwangi,” katanya, Kamis 8 Desember 2016.

Temuan dikawasan Gunung Tangkil bukan kali ini saja. Bahkan enam bulan lalu, tim komunitas Kujang menemukan belasan batu bersejarah dikawasan tersebut. Mereka menemukan tidak hanya batu arca menyerupai kepala kerbau. Tapi telah ditemukan batu relief bunga, batu lisung, batu pondasi candi dan batu berlubang delapan dikawasan itu.

“Kami telah melaporkan temuan-temuan batu purbakala kepihak dinas terkait untuk bahan penelitian dan kajian,” katanya. ***

Sumber :

http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/12/08/penemuan-arca-ganesha-di-gunung-tangkil-387260


Benda Diduga Arca dan Prasasti Zaman Prasejarah Ditemukan di Sukabumi

Category : Artikel , Berita , Kegiatan

Jakarta – Sebuah arca dan prasasti bertuliskan aksara kuno ditemukan secara tak sengaja oleh seorang pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fath, Sukabumi, Jawa Barat. Arca berbentuk kepala dan prasasti itu ditemukan terkubur di pesisir pantai Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap.
Kedua benda itu ditemukan pada Sabtu (10/12) sekira pukul 07.00 WIB. Belum diketahui apakah benda itu merupakan zaman prasejarah atau hanya menyerupai saja.
“Kedua benda itu ditemukan tak sengaja saat saya menggali pasir tangan saya menyentuh benda keras. Penasaran saya terus gali sampai dalam. Ternyata dari lubang itu menyembul benda tersebut,” kata Fajar Laksana kepada wartawan, Minggu (11/12/2016).

 

Menurut Fajar, ada dua benda yang ditemukan dengan jarak berdekatan. Ketika diperhatikan lebih seksama kedua benda yang ia temukan itu memiliki bentuk dan motif yang berbeda. Satu berbentuk kepala atau patung wajah dan satu lagi berupa lempengan yang pada bagian sisi utama tercetak sebuah aksara.

“Prasasti itu memiliki panjang 50 cm dan lebar 20 cm ketebalan 2 cm dan berat 30 kilogram. Ada ukiran aksara yang diduga peninggalan Kerajaan Pajajaran, sementara untuk yang berbentuk arca diduga dari zaman Megalitik,” ungkapnya.

Fajar berencana menyimpan kedua benda tersebut di Museum yang ia miliki untuk diteliti lebih lanjut. “Saya menduga masih ada benda yang terpendam disekitar lokasi pantai tempat penemuan kedua benda ini,” tuturnya.

Sumber :

http://Benda Diduga Arca dan Prasasti Zaman Prasejarah Ditemukan di Sukabumi


Tidak Takut Api, Tentara USA SEAL NAVI Bermain Bola Leungeun Seuneu ( BOLES )

Category : Agenda , Artikel , Kegiatan

Sukabumi – 13 Juli 2017  TENTARA USA bermain olahraga bola lengeun seneu (Boles) bersama santri dari Pesantren Dzikir Alfath Sukabumi saat melakukan latihan bersama dengan TNI di Sukabumi. Dalam permainan tersebut, peserta tidak merasakan panasnya api meskipun bersentuhan secara langsung. Pasalnya, pemain boles sebelum bertanding harus merendamkan tangannya ke dalam cairan anti panas api yang sudah diramu. Permainan tersebut sudah menjadi permainan tradisional di Sukabumi.