Category Archives: Berita

Kunjungan AMIDA Jabar

Tags :

Category : Agenda , Berita

museumprabusiliwangi.org – Sukabumi, 13 Januari 2019. AMIDA JABAR ( Asosiasi Museum Indonesia Daerah Jawa barat ) Berkunjung ke Museum Prabu Siliwangi dalam Acara Temu Budaya Permuseuman se-Jawa Barat yang terletak di Komplek Pesantren Dzikir Al-Fath Perumahan Gading Kencana Asri Blok G.5 Kec. Gunung Puyuh Kelurahan Karang Tengah Kota Sukabumi. Dalam Kunjungannya Drs. Koesnaedi Andi Wijaya selaku Ketua AMIDA JABAR yang juga didampingi oleh Tokoh Pakar Arkeologi Indonesia Dr. Lutfi Yondri yang sangat mengapresiasi terhadap kiprah Museum Prabu Siliwangi dan bekerjasama untuk memajukan Permuseuman Jawa barat ke Ranah Internasional untuk mengembangkan Wisata Edukasi dan Eko Museum serta Eko wisata, dan mengadakan program-program pameran Museum dan Gelar Seni Budaya, Lokarya, Pelatihan,  Gelaran Seni Tradisi, Metode Trapy Tradisi, Konservasi gratis benda cagar budaya, lomba fotografi, bazar kuliner dan cenderamata.

Kegiatan tersebut dalam rangka memperkenalkan potensi Museum di Jawa barat dan juga mendukung undang undang No. 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, bagi insan Museum Ajang Silaturahmi sharing Ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam bidang permuseuman serta  membahas pertemuan Museum Se-Indonesia yang akan di selenggarakan di Aula Syekh Quro Museum Prabu Siliwangi pada bulan yang akan datang. Untuk mengaktualisasi pemajuan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dalam aspek kehidupan sebagai jati Diri, kemandirian, daya saing masyarakat Dan wisata budaya unggulan, Di sambut dengan baik oleh Pimpinan Museum Prabu Siliwangi Prof. DR. KH. Muhammad Fajar Laksana SE. CQM. MM. Ph.D dan juga turut hadir Penasehat Museum Prabu Siliwangi, Pangeran Cirebon Prof. DR. Soleh Ridwan Ph.D yang akan memfasilitasi dan mendukung Kemajuan Permuseuman Jawa barat serta Wisata Edukasi dan Eko Museum dan Eko wisata dan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Dan Budaya Sunda khususnya sebagaimana yang tercantum dalam Resolusi Kongres Kebudayaan Indonesia ( KKI 2018 ) Bahwa Museum sebagai pusat kegiatan dan Ruang Ekspresi kebudayaan guna memperkuat dan menjamin pemerataan akses masyarakat terhadap kebudayaan, dan untuk memperkenalkan lebih luas kepada warga Dunia melalui WPF UNESCO dan dunia internasional Untuk meningkatkan kepariwisataan dan permuseuman, pendidikan dan ekonomi kerakyatan.


Pengangkatan dan Pemberian Gelar Kehormatan Kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Sebagai Rama Agung Panatagama

MUSEUMPRABUSILIWANGI.ORG, SUKABUMI – Ahad, 23 Desember 2018 Silaturahmi Wakil Gubernur Jawa Barat dengan Alim Ulama Kota Sukabumi berlangsung dengan baik di Aula Syekh Quro Ponpes Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi. Pondok Pesantren yang berada di Jl. Merbabu Perum Gading Kencana Asri Blok G sekaligus tempat Museum Prabu Siliwangi
menyambut baik kedatangan Wakil Gubernur Jawa Barat dengan Upacara Adat Sunda khas Paguron Silat Maung Bodas dengan melangsungkan Pengangkatan dan Pemberian Gelar Kepada Wakil Gubernur Jawa Barat sebagai Warga Kehormatan WARUKA SAKABUMI PADJADJARAN dengan Gelar
RAMA AGUNG PANATAGAMA artinya PEMIMPIN MULIA YANG MENGATUR KEHIDUPAN BERAGAMA.

Prof. DR. KH. Muhammad Fajar Laksana menjelaskan “Gelar ini diberikan sehubungan Wakil Gubernur Jabar adalah sebagai salah satu Pimpinan Pemerintahan di Provinsi Jawa Barat yg berasal dari kalangan Kyai & Ulama yg selama ini Visi Misinya sangat kental memperjuangkan pendidikan khususnya yang berada di Pondok Pesantren sebagai Basis Pendidikan Umat Islam dalam mencetak para Kyai dan Ulama masa depan. Maka, untuk memperkuat perjuangan Bapak KH.UU Rizhanul Ulum perlu di angkat persaudaraan dengan Warga Sunda Umat Islam yang siap mendukung dan bersama-sama untuk membangun Jawa Barat sehingga dalam acara pengangkatan dan pemberian gelar sebagai Warga Kehormatan Waruka Sakabumi Padjadjaran”.

“Selain itu, diberikan juga simbolis 3 Pusaka Sunda yaitu : 1). Pusaka Ikeut Sunda yang artinya Ieu Pangikeut simbolis yen diri urang kudu diikeut. Simbol bahwa diri kita harus diikat oleh Kalimat Dzikir Laailaahaillaallaah. Jadi, sebagai seorang Pemimpin maka harus mampu mengikat Kepala dan Hatinya dengan selalu Dzikir kepada Allah setiap saat, Maka Insya Allah akan selalu mendapatkan kemenangan baik di Dunia maupun di akhirat kelak. 2). Pusaka ITEUK SUNDA yang artinya ITEUK ieu Tetekon dengan arti lain ieu aturan pedoman hirup yaitu al-Qur’an dan Sunnah, maka Iteuk Artinya kekuatan untuk memerintah dan menunjuk orang agar mau hidup sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah maka harus memegang TETEKON YAITU QUR’AN & SUNNAH 3). Pusaka Kujang artinya Bahwa Kujang itu senjata berbentuk Harimau yaitu senjata yang kepalanya, pundaknya dan ujungnya semua berbentuk harimau. Jadi, simbol kekuatan yang maknanya Kujang adalah AKRONIM DARI KUDU KU UJANG yaitu harus bisa menjaga TATAR SUNDA agar bisa dikelola, dijaga dan dipelihara oleh orang sunda jangan KU ASING DAN KU ASENG. Maka dalam memegang Kujang itu ISI DARI KUJANG KALAU DIBALIK SENJATA KUJANG MAKNANYA BISMILLAHIRROHMANNIROHIIM yang artinya KEKUATAN INTI DARI KUJANG ADALAH SELALU MENYEBUT NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG” Jelas Prof. DR. KH.  Muhammad Fajar Laksana/ Sabtu 23 Desember 2018.


Launching Program I2ST, Santri Ponpes Dzikir Al-Fath Siap Mengglobal

Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath Kota Sukabumi sekaligus Kepala Museum Prabu Siliwangi dan Ketua Umum UIPM Malaysia serta Head of
WPF UNESCO Menandatangani Kontrak Kerjasama di Bidang Pendidikan, Penelitian dan Hubungan Internasional, Sabtu 24 November 2018. (MEDIA PESANTREN & MUSEUM/ Gilang Ramadhan)

MUSEUMPRABUSILIWANGI.ORG, SUKABUMI – Pondok Pesantren Dzikir Al Fath Kota Sukabumi yang berada di Jl. Merbabu Perum Gading Kencana Asri Blok G Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Gunung Puyuh yang sekaligus menjadi Lokasi Museum Prabu Siliwangi, setiap harinya mewajibkan santri-santri membaca dan menghafal  al-Qur’an, berbahasa Inggris dan Berbahasa Arab serta latihan pencak silat asli tatar sunda dan kearifan lokal budaya.

Metode ini sudah dijalankan selama dua tahun lebih, “Pola tersebut sangat membantu dalam memaksimalkan kecerdasan dan keterampilan semua santri serta memperkuat kesiapan mereka untuk mengglobal (menjadi santri yang mampu berhubungan dengan Dunia Internasional). Maka, dalam rangka mempersiapkan generasi yang siap bersaing di era global, tapi juga tidak lupa dengan kearifan lokal budaya dibentuklah program I2ST (Islamic Internasional School Tahfidz Qur’an Al-Fath) bekerjasama dengan UIPM (Universal Institute of Professional Management) dari Negara Malaysia dan juga WPF UNESCO (World Philosophical Forum – United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) (,” Ujar KH. Fajar Laksana, Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath usai meresmikan Program I2ST yang disaksikan langsung oleh Ketua Umum UIPM Malaysia dan Head of WPF UNESCO , Sabtu 24 November 2018.

Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath sekaligus Kepala Museum Islam Prabu Siliwangi DR. KH. Muhammad Fajar Laksana, SE, CQM, MM, P.hd sangat bergembira dengan kedatangan para Tokoh-Tokoh Internasional dari belahan Dunia. Diantaranya Prof. DR. H. T. M. I. A Chalid, MA, M.Sc, DBA, P.hd (Ketua Umum UIPM Malaysia), Prof. M. Soleh Ridwan, B.Comm, M.Sc, P.hd (Direktur Program UIPM Malaysia), dan Prof. DR. Muhammad Jeseus Chrisnha (Head of WPF UNESCO) dalam rangka kerjasama internasional dibidang Pendidikan, Penelitian, dan Hubungan Internasional.

Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath sekaligus Kepala Museum Prabu Siliwangi bersama Head of WPF UNESCO

Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath sekaligus Kepala Museum Prabu Siliwangi bersama Ketua Umum UIPM Malaysia


Tertarik dengan Kearifan Lokal, Duta Kampus STIKESMI Mendatangi Museum Sunda Prabu Siliwangi

museumsundaprabusiliwangi.org – Sukabumi, 13 Oktober 2018. Kearifan Lokal Museum Sunda Prabu Siliwangi yang berada di Komplek Pesantren Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi menjadi daya tarik Duta Kampus STIKESMI dalam mendalami sejarah tatar sunda di Padjadjaran Kuno yang tertulis didalam Kitab Suwasit dan merupakan bagian dari koleksi naskah kuno Museum Sunda Prabu Siliwangi.

Wildan Suheri dan Dila Nur Arsy sebagai Kepala dan Wakil Kepala Duta Kampus STIKESMI fokus dalam orientasinya membentuk mahasiswa yang  berwawasan luas, berjiwa sosial, berbudaya, dan berakhlakul karimah serta menggali, mengembangkan, dan meningkatkan potensi para mahasiswa.  Maka kunjungan ke Museum Sunda Prabu Siliwangi menurutnya adalah hal yang paling tepat untuk meningkatkan wawasan kebudayaan dan mengenal permainan tradisional sebagai peninggalan berharga dari Tatar Sunda Kerajaan Padjadjaran Kuno.

KH. Muhammad Fajar Laksana selaku Pimpinan Museum menjelaskan, “Kami sangat senang dengan kedatangan Duta Kampus STIKESMI dalam rangka mempelajari kearifan lokal yang ada di Museum Sunda Prabu Siliwangi ini. Karena tanpa disadari arus globalisasi secara perlahan memunculkan kekhawatiran berbagai pihak akan musnahnya nilai-nilai lokal yang selama ini menjadi tatanan kehidupan bagi masyarakat tertentu. Kekhawatiran tersebut timbul akibat hilangnya kesadaran kita akan nilai-nilai keharmonisan yang terkandung dalam setiap tradisi budaya yang dilestarikan. Padahal seharusnya, setiap individu harus berpandangan Internasional, bertindak lokal dan tumbuh secara Global (THINKING GLOBALLY, ACTING LOCALLY)”.

Adapun Kearifan lokal khas Museum Sunda Prabu Siliwangi diantaranya adalah permainan tradisional Bola Leungeun Sene (Boles), Ngagotong Lisung Ngamuk (Ngagelis) serta Silat Sunda yang semuanya tertulis didalam Kitab Suwasit. Kitab tersebut adalah  pangkal pokok semua sejarah yang ada di Museum Sunda Prabu Siliwangi, terdiri dari sejarah Kerajaan Padjadjaran Kuno,  Kebudayaan Padjadjaran, Kepribadian Prabu Siliwangi, Perkembangan Budaya,  Politik,  Agama,  sampai Pengobatan Herbal.

Karena Kearifan Lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri, diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi melalui cerita dari mulut ke mulut yang ada di dalam cerita rakyat, peribahasa, lagu dan permainan rakyat.


Kepala UNESCO Asal Irlandia bersama Budayawan Indonesia Melihat Boles dan al-Qur’an Kuno di Museum Sunda Prabu Siliwangi

Category : Agenda , Berita , Kegiatan

museumprabusiliwangi.org – Sukabumi, 6 Oktober 2018. Museum Sunda Prabu Siliwangi kembali mengadakan sebuah acara dibawah kendali KH. DR. Muhammad Fajar Laksana, SE, CQM, MM sebagai Pimpinan Museum yang mendatangkan pembicara dari Dunia Internasional dengan Tema “Dialog Perdamaian dan Kebudayaan Sunda dengan Warga Dunia”.  Prof. DR. Muhammad Jeseus Chrishna yang berkebangsaan Irlandia yang merupakan Head of WPF UNESCO Indonesia sebagai Pembicara Pertama, kemudian Habib Dika Al Habsyi yang merupakan Budayawan Indonesia sebagai Pembicara Kedua di Aulia Syekh Quro Komplek Pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi.

Setelah acara Dialog berlangsung para pembicara melakukan kunjungan secara khusus ke Museum Sunda Prabu Siliwangi yang ditemani oleh Pimpinan Museum
KH.DR. Muhammad Fajar Laksana, SE, CQM, MM untuk melihat secara langsung koleksi-koleksi peninggalan Kerajaan Padjadjaran Kuno di Tatar Sunda.

Salah satu koleksi yang dilihat adalah al-Qur’an Kuno yang ditulis oleh Syekh Quro dan dibaca oleh Nyi Subang Larang sebagai wasilah masuk islamnya Prabu Siliwangi dengan ukuran al-Qur’an tersebut yaitu Panjang ±1,5 cm, Lebar ±1 cm, kertas nya terbuat dari serat pepohonan yang ditumbuk, dan tintanya dari perpaduan warna rempah-rempah, adapun informasi tentang al-Qur’an Kuno tersebut didapatkan dari Kitab Suwasit yang menjadi salah satu koleksi Museum.

Sebelum acara Dialog Perdamaian berlangsung, para pembicara disuguhkan penampilan Icon Kota Sukabumi yaitu Permainan Bola Leungeun Seuneu (BOLES), Cambuk Api, Atraksi Silat dari Tatar Sunda. Disamping itu,  Prof. DR. Muhammad Jeseus Chrishna diberi kesempatan untuk mencoba memainkan Permainan Khas Kota Sukabumi yang dikembangkan oleh Pesantren Dzikir Al-Fath yaitu Permainan Bola Leungeun Seuneu (BOLES) dan dia sangat tertarik serta berjanji  akan memasarkan Produk Budaya Sunda di Dunia Internasional melalui jaringan UNESCO.

 


Kearifan Lokal Khas Museum Sunda Prabu Siliwangi Menjadi Daya Tarik Crew Net.TV

museumprabusiliwangi.org – Sukabumi, 13 September 2018. Museum Sunda Prabu Siliwangi yang berada di Komplek Pesantren Dzikir Al-Fath kembali menjadi objek liputan stasiun televisi nasional untuk sebuah program acara Halal Living dari Net.TV Televisi Masa Kini.

Program Acara Halal Living yang ada di Morning Show, Net. TV adalah sebuah Program Destinasi Wisata Halal, Ragam Budaya, Kearifan Lokal, Kaidah Islami, serta Hal-Hal yang Inspiratif. Maka dari itu, kami tertarik dengan kearifan lokal khas Museum Sunda Prabu Siliwangi yang mempunyai permainan tradisional Bola Leungeun Sene (Boles), Ngagotong Lisung Ngamuk (Ngagelis) serta penampilan Silat Sunda dari tingkat anak-anak sampai dewasa untuk dijadikan objek liputan khusus di program acara tersebut” Kata Bella Attamimi selaku Host progam acara Halal Living Net, (13/9/2018).

KH. Muhammad Fajar Laksana selaku Pimpinan Museum menjelaskan, “Kami sangat senang dengan datang nya media-media nasional seperti Net.TV, dalam rangka mempublikasikan kearifan lokal yang ada di Museum Sunda Prabu Siliwangi ini. Karena tanpa disadari arus globalisasi secara perlahan memunculkan kekhawatiran berbagai pihak akan musnahnya nilai-nilai lokal yang selama ini menjadi tatanan kehidupan bagi masyarakat tertentu. Kekhawatiran tersebut timbul akibat hilangnya kesadaran kita akan nilai-nilai keharmonisan yang terkandung dalam setiap tradisi budaya yang dilestarikan. Padahal seharusnya, setiap individu harus berpandangan Internasional, bertindak lokal dan tumbuh secara Global (THINKING GLOBALLY, ACTING LOCALLY). Karena dengan begitu, masyarakat lokal dapat memelihara nilai-nilai tradisi dan identitas budaya lokal yang dimiliki lalu berkembang menjadi pengetahuan dan nilai-nilai budaya yang bermanfaat bagi masyarakat secara global (internasional)“.

Pimpinan Museum Sunda Prabu Siliwangi berharap, dengan dipublikasikan nya Kearifan Lokal oleh Media-Media Nasional akan tumbuh rasa memiliki dari masyarakat sehingga ada rasa kebanggaan tersendiri dalam melestarikan budaya daerahnya sebagai identitas di Dunia Internasional.


Boles, Lisung, dan Museum Menjadi Objek Liputan TRANS7 untuk Acara Ragam Indonesia

museumprabusiliwangi.org – Sukabumi, Rabu 12 September 2018. Museum Sunda Prabu Siliwangi yang berada di Komplek Pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi mendapatkan kesempatan yang jarang sekali didapatkan sebelum-sebelumnya, yaitu menjadi objek liputan stasiun TV nasional TRANS7 untuk program acara Ragam Indonesia.

“TRANS7 adalah saluran yang dioperasikan oleh PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh dibawah TRANS MEDIA yang merupakan salah satu perusahaan media terbesar di Jakarta, Indonesia. TRANS7 menjadi salah satu saluran TV paling populer dengan berbagai program icon yang banyak dicintai oleh para penonton di seluruh nusantara, salah satunya adalah program acara Ragam Indonesia. Adapun Ragam Indonesia adalah sebuah program magazine yang dikemas secara ringan dan informatif. Acara ini memberikan informasi tentang segala keunikan yang ada di Indonesia mulai dari kuliner, tempat wisata serta ragam suku dan budaya” kata Danang selaku Host dari Trans7 pada program acara Ragam Indonesia, (12/9/2018).

Pimpinan Museum Sunda Prabu Siliwangi KH. Muhammad Fajar Laksana mengatakan :
“Museum ini merupakan gudang sejarah Islamisasi Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran di masa lampau yang fungsinya adalah agar manusia mengetahui cara mendapatkan jalan yang lurus menuju Sang Maha Pencipta Allah SWT sehingga sejarah menjadi pelajaran yang penting bagi manusia dan Museum merupakan tempat pemeliharaan, pendidikan dan penelitian sejarah masa lalu sebagai media pelajaran bagi umat manusia di masa setelahnya. Selain itu, Museum Sunda Prabu Siliwangi ini juga sebagai Pusat Budaya Sunda di Sukabumi yang menyimpan berbagai koleksi-koleksi dari Kerajaan Kuno Padjajaran serta mempunyai permainan tradisional yang menjadi icon Kota Sukabumi yaitu permainan Bola Leungeun Sene (Boles) dan permainan Ngagotong Lisung (Ngagelis) yang selalu ditampilkan ketika menyambut Tokoh-Tokoh Nasional dan Turis-Turis Mancanegara. Maka dari itu, Museum Sunda Prabu Siliwangi sangat layak menjadi objek liputan stasiun TV nasional seperti  TRANS7 untuk program acara Ragam Indonesia  dari sisi Kebudayaan sebagai media publikasi bahwa  Kota Sukabumi mempunyai Budaya yang terpelihara dari Kerajaan Kuno Padjadjaran”.

“Lisung berasal dari kata Liang Sang Hiang Agung, bentuk lisung seperti perahu yg artinya menggambarkan perahu yg sedang berlayar di lautan. Lisung mempunyai 3 lubang, didalam setiap lubang mempunya arti dan filosofi tersendiri. Pertama, Liang Batara Sungki yang merupakan lambang kekuatan dari pemimpin. Kedua, Liang Sang Hiang Agung yang merupakan lambang dari yg maha kuasa. Ketiga, Liang Panjanang, yang merupakan lambang kekuatan dari Rakyat. Adapun permainan Boles (Bola Leungeun Sene) berasal dari permainan Kerajaan Kuno Padjajaran yang kala itu dimainkan oleh Maung Bodas dan digunakan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan. Kemudian, dikembangkan oleh Museum Prabu Siliwangi yang berada di Komplek Pesantren Dzikir Al-Fath serta menjadi Icon Kota Sukabumi. Permainannya terdiri dari 6 orang peserta (sebabyak dua team) yang memainkan bola api, dan setiap team harus memasukan bola tersebut kedalam keranjang dan diawali oleh penampilan Silat Sunda”. Jelas KH. Muhammad Fajar Laksana selaku Pimpinan Museum Sunda Prabu Siliwangi, (12/9/2018).


BPCB Banten Menggelar Penelitian dan Inventarisasi Koleksi Museum Sunda Prabu Siliwangi

Category : Berita , Kegiatan

museumprabusiliwangi.org, Sukabumi – Selasa, 28 Agustus 2018. Berawal dari keinginan Masyarakat Kota Sukabumi agar Museum Sunda Prabu Siliwangi mendapatkan perhatian lebih sehingga menjadi pusat pendidikan sejarah tentang Islamisasi Prabu Siliwangi ditanah Sunda, maka disambut baik oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta dengan melakukan Penelitianv dan Inventarisasi Koleksi-Koleksi Museum Sunda Prabu Siliwangi melalui utusannya secara resmi yaitu sebanyak 7 orang tenaga ahli dari kalangan Arkeolog dan Sejarawan berpengalaman yang didampingi langsung oleh Staff Dinas P & K Kota Sukabumi. Museum yang beralamat di Jl. Merbabu Perum Gading Kencana Asri Blok G Kota Sukabumi sangat antusias dan menyambut baik kegiatan tersebut.

Pimpinan Museum Sunda Prabu Siliwangi DR. KH. Muhammad Fajar Laksana, SE, CQM, MM mengatakan “Sejarah masa lalu fungsinya adalah agar manusia mengetahui cara mendapatkan jalan yang lurus sehingga sejarah menjadi pelajaran yang penting bagi manusia dan Museum merupakan tempat pemeliharaan, pendidikan dan penelitian sejarah masa lalu sebagai media pelajaran bagi umat manusia di masa depan”, (28/8/2018).

Sejalan dengan UUD 1945 pasal 32 ayat 2, revisi keempat, disebutkan bahwa “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia ditengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya”. Maka dengan adanya Museum Sunda Prabu Siliwangi menjadi tempat bagi pemeliharaan, pelestarian dan pengembangan sejarah dan budaya daerah, sebagai Asset Nasional.

Selain itu, didalam Visi Jawa Barat yaitu “Jawa Barat dengan Iman dan Taqwa sebagai provinsi termaju di Indonesia dan Mitra terdepan Ibu Kota Negara Tahun 2010”. Untuk mencapai visi tersebut ditetapkan 7 misi, salah satu misi yang sesuai dengan pendirian museum Sejarah Islam Sunda Prabu Siliwangi adalah misi kedua yaitu “Mendorong berkembangnya masyarakat madani yang dilandasi nilai-nilai agama, dan nilai-nilai luhur budaya daerah , Silih asih, silih asah,silih asuh pikeun ngawujudkeun masyarakat anu cageur, bageur, bener, pinter tur singer” , sehingga adanya Museum Sejarah Islam Sunda Prabu Siliwangi sebagai tempat memelihara nilai-nilai luhur budaya daerah khsusnya Tatar Sunda dalam rangka mewujudkan Misi Jawa Barat.

Sementara,  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sukabumi mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan agar cagar budaya di Kota Sukabumi dapat terpelihara dan terjaga dengan baik sesuai dengan amanat UU No. 11 Tahun 2010 mengenai Cagar Budaya. Maka, dalam kegiatan Penelitian dan Inventarisasi ini didatangkan tenaga ahli dari Arkeolog dan Sejarawan berpengalaman agar Museum Sunda Prabu Siliwangi mendapat perhatian secara khusus dari Balai Pelestarian Cagar Budaya sehingga menjadi Icon Keunggulan yang ada di Kota Sukabumi.


Kunjungan Professor Manca Negara sebagai bentuk pengakuan sejarah di tingkat Internasional

Category : Berita , Kegiatan

Sukabumi – Kamis, 16 Agustus 2018 Museum Sunda Prabu Siliwangi yang berada di komplek Pesantren Dzikir Al-Fath kedatangan tamu dari kalangan professor manca negara.

“Kunjungan profesor dari Dunia Internasional ini sebagai wujud nyata bahwa koleksi-koleksi Museum Sunda Prabu Siliwangi tidak hanya diakui secara nasional tapi juga diakui secara internasional”.

Diantara nama-nama Professor yang berkunjung itu adalah : 1). Prof. Dr. Uman Suherman, AS, M.Pd, sebagai Koordinator Kopertis Wilayah IV Provinsi Jawa Barat, 2). Prof. Dr. M. Sobri Minai ( Ketua Team Profesor dari Universitas Utara Malaysia). 3). Prof. Dr. Ali Yusob, 4). Prof. Dr. Ismail Labai Othman,  dan 5). Prof. Dr. Azmi Bin Hashim. Kunjungan tersebut langsung disambut oleh Pimpinan Museum Bapak DR. KH. Muhammad Fajar Laksana, SE, CQM, MM dengan upacara adat sunda dan pengangkatan Warga Kehormatan Waruka Sakabumi Padjadjaran yang dilanjut dengan penampilan pencak silat, maen bola leungeun sene, ngagotong lisung sebagai Icon Kota Sukabumi yang menjadi juara di Event Lomba Olahraga Tradisi tingkat Nasional.


Museum Prabu Siliwangi tampilkan koleksi-koleksinya di Pameran Golok Day Cilegon Banten

Banten – Minggu, 6 mei 2018 Museum Sunda Prabu Siliwangi Kota Sukabumi mendapat penghormatan dan penghargaan dari Pemkot Cilegon Banten untuk senantiasa tampil di pameran Golok Day.

Museum Sunda Prabu Siliwangi Kota Sukabumi saat ini paling banyak dikunjungi masyarakat yang ikut hadir pada acara Golok Day. Animo masyarakat sangat luar biasa, memberikan apresiasi yg sangat besar terhadap Museum Prabu Siliwangi Kota Sukabumi. Macam-macam aneka senjata pusaka yang ditampilkan,  antara lain  :

  1. Golok.
  2. Gobang.
  3. Kujang.
  4. Tumbak.

Semua aneka senjata pusaka yang ada terpelihara dengan baik di Museum Prabu Sliliwangi dan sekarang sedang dinikmati di acara Pameran Museum oleh masyaratkat Cilegon, Banten.