Category Archives: Berita

Kunjungan Professor Manca Negara sebagai bentuk pengakuan sejarah di tingkat Internasional

Category : Berita

Sukabumi – Kamis, 16 Agustus 2018 Museum Sunda Prabu Siliwangi yang berada di komplek Pesantren Dzikir Al-Fath kedatangan tamu dari kalangan professor manca negara.

Kunjungan profesor dari Dunia Internasional ini sebagai wujud nyata bahwa koleksi-koleksi Museum Sunda Prabu Siliwangi tidak hanya diakui secara nasional tapi juga diakui secara internasional.

Diantara nama-nama Professor yang berkunjung itu adalah : 1). Prof. Dr. Uman Suherman, AS, M.Pd, sebagai Koordinator Kopertis Wilayah IV Provinsi Jawa Barat, 2). Prof. Dr. M. Sobri Minai ( Ketua Team Profesor dari Universitas Utara Malaysia). 3). Prof. Dr. Ali Yusob, 4). Prof. Dr. Ismail Labai Othman,  dan 5). Prof. Dr. Azmi Bin Hashim. Kunjungan tersebut langsung disambut oleh Pimpinan Museum Bapak DR. KH. Muhammad Fajar Laksana, SE, CQM, MM dengan upacara adat sunda dan pengangkatan Warga Kehormatan Waruka Sakabumi Padjadjaran yang dilanjut dengan penampilan pencak silat, maen bola leungeun sene, ngagotong lisung sebagai Icon Kota Sukabumi yang menjadi juara di Event Lomba Olahraga Tradisi tingkat Nasional.


Museum prabusiliwangi kota Sukabumi mendapatkan penghormatan dan penghargaan dari pemkot cilegon banten. tampil di pameran golok

Hari ini ahad tgl 6 mei 2018 Museum prabusiliwangi kota Sukabumi mendapat penghormatan dan penghargaan dari pemkot cilegon banten.
tampil di pameran golok day.
saat ini paling banyak dikunjungi masyarakat. animo masyarakat sangat luar biasa.memberikan apresiasi yg besar terhadap museum prabusiliwangi kota Sukabumi. Bermacam-macam senjata pusaka. diantara lain yaitu :

  1. Golok.
  2. Gobang.
  3. Kujang.
  4. Tumbak.

yg telah mengusir penjajah belanda. terpelihara di museum prabusliliwangi dan sekarang sedang dinikmati oleh masyaratkat banten.  foto dengan TNI kodim cilegon.di pameran Museum prabusiliwangi di banten.luar biasa.sedang memegang senjata kujang tribata dari sunan gunun jati yg dipegang oleh raden aria kuningan.perlambang senjata tiga angkatan naga angkatan laut.
burung garuda angkatan udara.ular angkatan darat.liat senjata tni.bukan pisau komando tapi kujang.
TNI ikut menjaga budaya dan beladiri serta senjata pusaka nusantara


Museum prabu Siliwangi menerima sumbangan lukisan karya pelukis Nasional Alm.Arifin Natakusumah

Alhamdulillah hari ini hari rabu tgl 25 mei 2018. Pondok Pesantren Dzikir Al-fath tepatnya, Museum Prabu Siliwangi disumbang lukisan hasil karya pelukis Nasional Alm. Arifin Natakusumah aliran realis abstrak yg banyak dikoleksi oleh kolektor juga banyak lukisanya dimiliki di mancanegara. Disumbang oleh bapak Yayan yg ditujukan untuk di lelang oleh Museum untuk membantu membiayai pembangunan masjid dan sarana pondok pesantren.dan juga untuk koleksi museum Prabu Siliwangi.


Koleksi Musueum Prabu Siliwangi Terdaftar di Cagar Budaya Kemendikbud

Category : Artikel , Berita

Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi merupakan salah satu museum yang ada di Kota Sukabumi, museum yang terdaftar  dan telah memiliki Izin Pendirian  Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi SK : DISPORABUDPAR No. 556 /24/Disporabudpar/2011 dan telah diakui Anggota Asosiasi Museum Indonesia No 175. Di museum para pengunjung akan disuguhkan banyak benda-benda sejarah dari berbagai jenis Batu jaman Pajajaran yang memeiliki bentuk-bentuk Unik, Tulisan atau naskah-naskah dari jaman pajajaran yang di tulis di kulit harimau, kulit kayu, yang bertuliskan aksara sunda pajajaran, senjata keris dan tombak peninggalan jaman pajajaran dan warisan keluarga, keramik-keramik yang memiliki nilai sejarah.  Benda-benda yang berada di Museum  Sejarah Sunda Prabu Siliwangi telah di teliti oleh Pakar Arkeolg Unpad DR. Tony menyatakan Benda yang ada di Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi 60% memiliki nilai benda cagar budaya (sumber : Radar sukabumi), menurut DR. Tony  salah satu arca yang berada di museum (Polinesia) Arca polinesia diperkirakan berasal dari masa 5000 th  sebelum masehi. Dari museum ini tercipta karya buku Sasakala Prabu Siliwangi, Sasakal Sindang Parang, Maen Boles. Juga dari museum ini melahirkan icon seni Budaya Sunda maen boles dan ngagotong lisung yang menjadi juara 1 di Jawa Barat dan juara ke 2 di Nasional. Juga museum ini sudah banyak dikunjungi oleh warga negara asing di bernagai negara didunia

Sumber: http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/siteregnas/public/objek/newdetail/PO2017030400006/index-infografis.html#a-tab-peta

 




Kunjungan MOKA Kota Sukabumi 2017

Category : Artikel , Berita

Dalam kegiatan City Tour Mojang Jajaka Kota Sukabumi 2017, Museum Prabu Siliwangi Pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi, menjadi salah satu destinasi Mojang Jajaka Kota Sukabumi dalam hal pengenalan Icon Budaya Kota Sukabumi ( Boles, Museum, Lisung Ngamuk). Para peserta MOKA begitu antusias untuk mengenal budaya lokal yang menjadi icon Kota Sukabumi .

Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi merupakan salah satu museum yang ada di Kota Sukabumi, museum yang terdaftar  dan telah memiliki Izin Pendirian  Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi SK : DISPORABUDPAR No. 556 /24/Disporabudpar/2011 dan telah diakui Anggota Asosiasi Museum Indonesia No 175.

Di museum para pengunjung akan disuguhkan banyak benda-benda sejarah dari berbagai jenis Batu jaman Pajajaran yang memeiliki bentuk-bentuk Unik, Tulisan atau naskah-naskah dari jaman pajajaran yang di tulis di kulit harimau, kulit kayu, yang bertuliskan aksara sunda pajajaran, senjata keris dan tombak peninggalan jaman pajajaran dan warisan keluarga, keramik-keramik yang memiliki nilai sejarah.  Benda-benda yang berada di Museum  Sejarah Sunda Prabu Siliwangi telah di teliti oleh Pakar Arkeolg Unpad DR. Tony menyatakan Benda yang ada di Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi 60% memiliki nilai benda cagar budaya (sumber : Radar sukabumi), menurut DR. Tony  salah satu arca yang berada di museum (Polinesia) Arca polinesia diperkirakan berasal dari masa 5000 th  sebelum masehi.

Dari museum ini tercipta karya buku Sasakala Prabu Siliwangi, Sasakal Sindang Parang, Maen Boles. Juga dari museum ini melahirkan icon seni Budaya Sunda maen boles dan ngagotong lisung yang menjadi juara 1 di Jawa Barat dan juara ke 2 di Nasional. Juga museum ini sudah banyak dikunjungi oleh warga negara asing di bernagai negara didunia

 


Kunjungan Kabid DISPARBUD Provinsi Jawa Barat

Category : Artikel , Berita

Kunjungan Kabid DISPARBUD Provinsi Jabar Bp. Wahyu bersama team, Tujuan dari kedatangan Kabid DISPARBUD untuk  melihat temuan team ekspedisi Museum Prabu Siliwangi Sukabumi (Al-fath) dan POLRESTA Kota Sukabumi di gunung manglayang berupa kapak batu dan patahan batu menhir yg mirip dengan bebatuan di gunung padang. Dari DISPARBUD Provinsi Jabar memberikan apresiasi dan penghargaan yg baik terhadap kegiatan di Alfath dan Polresta Kota Sukabumi dalam memeliharan mengidentifikasi dan menjaga benda-benda yg diduga cagar budaya. Melihat bukti dari temuan bebatuan di gunung manglayang pihak Disparbud Provinsi Jabar memberikan dugaan kuat di sana ada situs cagar budaya. Bekas bangunan Belanda dan Jepang sudah dipastikan itu sebagai situs cagar budaya yg harus segera dilakukan penelitian dan pengkajian yg lebih dalam. Juga adanya makam pahlawan laskar hisbullah yg ditembak oleh belanda harus menjadi bukti dan fakta sejarah yg dipublikasikan agar menjadi sejarah yg dipelajari dan di ambil hikmahnya.serta menjadi sumber data primer bagi para peneliti.
Sehingga temuan yg dilakukan oleh Team Museum Prabu Siliwangi Alfath dengan Polresta Kota Sukabumi akan segera ditindaklanjuti oleh DISPARBUD Provinsi Jabar. Kunjungan dari DISPARBUD Provinsi Jabar setelah pesan singkat dari team Museum Prabu Siliwangi Alfath, menunjukan bahwa DISPARBUD Provinsi Jabar sangat peduli, responsive, langsung berkunjung ke al-fath untuk memberikan apresiasi serta motivasi dan juga akan segera ditindalanjuti, semoga kinerja DISPARBUD Provinsi Jabar bisa dikuti oleh Dinas P & K dan DISPARBUD Provinsi Jabar.

Aamiin wassalamualaikum wr.wb

Fajar Laksana
Ketua Team Ekspedisi Museum Prabu Siliwangi

 


Penemuan Arca Ganesha di Gunung Tangkil

Category : Artikel , Berita

SUKABUMI, (PR).- Sejumlah benda purbakala kembali ditemukan di kawasan situs Gunung Tangkil, di Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Adalah Batu Arca Ganesha setinggi 40 cm yang kali ini ditemukan, tepatnya di kawasan hutan lindung Sukawayana, tidak jauh dari pantai selatan Palabuhanratu.

Batu berbentuk gajah duduk itu ditemukan terpendam didalam lumpur yang dikeliling akar pohon besar. Batu Arca Ganesha tersebut ditemukan setelah dilakukan serangkaian penggalian yang dilakukan tim Mitra Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sukabumi dengan dibantu warga sekitar.

Ketua Tim Mitra Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sukabumi, Fajar Laksana mengatakan penggaliandilakukan untuk menghindari aksi penjarahan terhadap benda bersejarah. Apalagi kawasan hutan lindung berada tidak jauh dari obyek wisata Palabuhanratu.

“Karena dikhawatirkan dijarah, maka kami terpaksa melakukan penggalian. Arca batu kini telah dievakuasi dan disimpan dimusium Prabu Siliwangi,” katanya, Kamis 8 Desember 2016.

Temuan dikawasan Gunung Tangkil bukan kali ini saja. Bahkan enam bulan lalu, tim komunitas Kujang menemukan belasan batu bersejarah dikawasan tersebut. Mereka menemukan tidak hanya batu arca menyerupai kepala kerbau. Tapi telah ditemukan batu relief bunga, batu lisung, batu pondasi candi dan batu berlubang delapan dikawasan itu.

“Kami telah melaporkan temuan-temuan batu purbakala kepihak dinas terkait untuk bahan penelitian dan kajian,” katanya. ***

Sumber :

http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/12/08/penemuan-arca-ganesha-di-gunung-tangkil-387260


Benda Diduga Arca dan Prasasti Zaman Prasejarah Ditemukan di Sukabumi

Category : Artikel , Berita

Jakarta – Sebuah arca dan prasasti bertuliskan aksara kuno ditemukan secara tak sengaja oleh seorang pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fath, Sukabumi, Jawa Barat. Arca berbentuk kepala dan prasasti itu ditemukan terkubur di pesisir pantai Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap.
Kedua benda itu ditemukan pada Sabtu (10/12) sekira pukul 07.00 WIB. Belum diketahui apakah benda itu merupakan zaman prasejarah atau hanya menyerupai saja.
“Kedua benda itu ditemukan tak sengaja saat saya menggali pasir tangan saya menyentuh benda keras. Penasaran saya terus gali sampai dalam. Ternyata dari lubang itu menyembul benda tersebut,” kata Fajar Laksana kepada wartawan, Minggu (11/12/2016).

Menurut Fajar, ada dua benda yang ditemukan dengan jarak berdekatan. Ketika diperhatikan lebih seksama kedua benda yang ia temukan itu memiliki bentuk dan motif yang berbeda. Satu berbentuk kepala atau patung wajah dan satu lagi berupa lempengan yang pada bagian sisi utama tercetak sebuah aksara.

“Prasasti itu memiliki panjang 50 cm dan lebar 20 cm ketebalan 2 cm dan berat 30 kilogram. Ada ukiran aksara yang diduga peninggalan Kerajaan Pajajaran, sementara untuk yang berbentuk arca diduga dari zaman Megalitik,” ungkapnya.

Fajar berencana menyimpan kedua benda tersebut di Museum yang ia miliki untuk diteliti lebih lanjut. “Saya menduga masih ada benda yang terpendam disekitar lokasi pantai tempat penemuan kedua benda ini,” tuturnya.

Sumber :

http://Benda Diduga Arca dan Prasasti Zaman Prasejarah Ditemukan di Sukabumi