Kapolres Kota Sukabumi Maen Boles Saat Deklarasi Kujang Day

Kapolres Kota Sukabumi Maen Boles Saat Deklarasi Kujang Day

Category : Berita

SUKABUMI – 12 Juli 2019. Museum Prabu Siliwangi berkolaborasi dengan Polres Kota Sukabumi dan Pemerintah Kota Sukabumi mengadakan Gelar Budaya Silat Deklarasi Kujang Day dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke 73. Selain itu, juga melepas Duta Silat Al-Fath dengan Gelar ‘Ki Ageng Gede Ciptarasa’ kepada Master Ruzaidi Abdul Rahman dari Malaysia untuk mengembangkan Seni Silat Tradisional Maen Boles dan Ngagotong Lisung di Negara Asalnya dengan dimeriahkan penampilan Silat dari Federasi Pencak Silat Tradisional Internasional (FPSTI) dan Perguruan Silat Maung Bodas. (12/07/2019 Malam).

Kujang Day ini merupakan Pagelaran Budaya Silat yang dilakukan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Bhayangkara ke-73. Pada momen itu hadir Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath sekaligus Pendiri Museum Prabu Siliwangi KH. Fajar Laksana, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, dan beberapa anggota Federasi Pencak Silat Tradisional Internasional (FPSTI).

Dalam sejarahnya, Kujang ini mulai ada di Jawa Barat sekitar abad ke-8. Akan tetapi dalam catatan sejarah yang lain, dinyatakan abad ke 14 ketika Padjajaran yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi saat itu berkibar baik kekuasaan maupu pelayanan.

Dahulu, Kujang itu memiliki beberapa fungsi. Di antaranya kujang sebagai pusaka kujang sebagai alat perang, kujang untuk upacara, bertani. Di samping itu dalam perkembangan sejarah bukan sekedar fungsi tetapi lebih menjadi simbol bagaimana semangat perjuangan, tak mengenal lelah.

Pada kesempatan tersebut, Pendiri Museum Prabu Siliwangi KH. Fajar Laksana berharap Pemerintah Kota Sukabumi ikut berjuang mengembangkan Seni Tradisional Maen Boles dan Ngagotong Lisung.

“Boles berada di bawah Formi (Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia). Saya berharap ikut turun mengembangkannya,” ujar Pendiri Museum Prabu Siliwangi saat Kegiatan Gelar Budaya Silat Deklarasi Kujang Day di Komplek Pesantren Dzikir Al-Fath, Jum’at (12/7) Malam.

Boles dan Lisung mulai dikembangkan di Malaysia saat ini. Hal itu dilakukan oleh Duta Al-Fath yang merupakan Guru Besar Beladiri Tangan Kosong (BATAKOS) Malaysia Master Ruzaidi Abdurrohman.

Bahkan sejumlah Negara lainnya sudah banyak yang mempelajari Boles & Lisung mulai dari Negara Asean hingga ke Eropa.

“Dari Brunei Darussalam, Inggris, Prancis telah datang ke Museum Prabu Siliwangi dan ikut bermain Boles serta Lisung Padjadjaran. Maka ini harus jadi perhatian bersama,” ungkap Pendiri Museum Prabu Siliwangi.

Tugas Ruzaidi, selaku duta Al-Fath untuk Malaysia memiliki Misi mengenalkan boles dan Lisung Pajajaran ke Mancanegara, salah satunya di Malaysia.

Pendiri Museum Prabu Siliwangi KH. Fajar Laksana mengajak semuanya mendoakan Ruzaidi bisa mengembangkan serta mengenalkan Budaya Sunda ke Mancanegara.

“Kita Doakan Ruzaidi Abdurrohman sebagai Duta Al-Fath, mampu mengembangkan dan lebih luas mengenalkan budaya Sunda ke Mancanegara,” pungkasnya.


Leave a Reply

Cari Lebih Banyak

Arsip