Museum Prabu Siliwangi Terkenal di Mancanegara

Museum Prabu Siliwangi Terkenal di Mancanegara

Tags :

Category : Berita

MUSEUM PRABU SILIWANGI  – Popularitas Museum Prabu Siliwangi Kota Sukabumi bukan hanya di tanah air, tapi dikenal sampai ke mancanegara. Tidak sedikit turis asing mengunjungi museum tersebut untuk melihat koleksi benda bersejarah yang terdapat di dalamnya. Sepanjang tahun 2019, puluhan turis asing dari berbagai negara mengunjungi museum tersebut.

Pemandu museum Prabu Siliwangi, Gilang Ramadhan mengatakan, sepanjang tahun 2019 ini puluhan turis dari 20 negara pernah berkunjung ke Museum Prabu Siliwangi, beberapa diantaranya berasal dari  Australia, Belgia, Amerika, Inggris. Sedangkan untuk wilayah ASEAN, turis dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura dan Brinei Darussalam juga telah berkunjung.”Mereka datang ada yang berupa rombongan ada juga yang perorangan,” kata Gilang kepada Sukabumi Ekspres.

Gilang menjelaskan, para turis asing tersebut mengetahui museum prabu Siliwangi melalui jaringan Al-Fath Familly Homestay yang didalamnya berisi program yang sifatnya simbiosis mutualisme (saling menguntungkan antara pengunjung dan yang dikunjungi).”Mereka diminta untuk mengajarkan bahasa negaranya untuk para santri Al Fath dan feedback-nya mereka bisa mempelajari sejarah Museum Prabu Siliwangi,” jelasnya.

Gilang mengungkapkan, banyak alasan lainnya yang menarik para turis tersebut mengunjungi museum prabu Siliwangi, namun kebanyakan karena penasaran untuk mempelajari benda-benda cagar budaya dan permainan tradisional Al Fath. Bahkan mereka sudah tidak asing lagi dengan seni dan budaya Boles dan Ngagotong Lisung yang menjadi ikon Ponpes Al Fath. “Alhamdulillah mereka tertarik mengunjungi Museum Prabu Siliwangi karena selain bisa melihat benda-benda bersejarah, para turis pun bisa mempelajari seni bela diri Sunda,” pungkasnya.

Pendiri museum prabu Siliwangi, Fajar Laksana mengatakan, dia akan terus meningkatkan pelayanan untuk mengembangkan jaringan Al Fath Family Home Stay. Bahkan dia berencana untuk membuka pembelajaran pengobatan obat herbal untuk para turis.”Akan ditambah lagi agar mereka bisa belajar obat herbal,” kata Fajar.

Selain itu, lanjut Fajar, saat ini pun dia sedang mengembangkan lingkungan sekitar menjadi objek wisata dan wisata ekonomi kreatif yang didalamnya berisi produk original Al Fath. Di sana akan dibuka pelatihan membuat kerajinan tangan dari bambu. “Jadi nanti jika turis ingin belajar membuat kerajinan tangan dari bambu. Ini diharapkan menjadi destinasi wisata yang bisa menarik minat pengunjung dari dalam maupun luar negeri,” pungkasnya.

Sumber : Seputar Sukabumi


Leave a Reply

Arsip