Pamerkan 75 Pusaka Perjuangan, Museum Prabu Siliwangi Peringati HUT RI Ke-75

SUKABUMI – Hampir 350 tahun bangsa Indonesia dijajah sejumlah bangsa, mulai dari Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda, hingga negara sakura Jepang. Hingga akhirnya Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno pada 17 Agustus 1945 memproklamasikan kemerdekaan Indenesia.

Pada 17 Agustus 2020 kemarin kemerdekaan Indonesia sudah berumur 75 tahun. Dalam merebut kemerdekaan itu tentunya tidaklah mudah para penjuang rela kehilanggan harta benda hingga nyawanya sendiri. Meskipun sejumlah bangsa penjajah kala itu telah dilengkapi persenjataan yang jauh lebih modern dari bangsa Indonesia. Para pejuang kemerdekaan tidak gentar untuk melawannya meski dengan senjata yang sangat tradisional. 

Bukti sejarah akan sejumlah senjata yang digunakan untuk berperang para penjuang kemerdekaan Indonesia itu dipamerkan pada ‘Pameran 75 Pusaka Perjuangan’ oleh Museum Prabu Siliwangi di Ponpes Dzikir Al Fath Kota Sukabumi guna memperingati HUT RI Ke-75 Tahun, Selasa (18/08/2020).

Peresmian Pameran Pusaka oleh Dandim 0607, Letkol Inf. Danang Prasetyo Wibowo

Senjata tajam yang digunakan para penjuang mulai dari Golok, Keris, Pedang, Tombak serta beberapa senjata tradisional lainnya masih terjaga, dan tersimpan rapih di Museum Prabu Siliwangi.

“Ada berbagai jenis Golok yang tersimpan di Museum kami, diantaranya Golok Ciomas Banten, Golok Siliwa Betawi, hingga Golok khas daerah Sukabumi yaitu Golok Pawayangan,” kata KH. Fajar Laksana Pendiri Museum Prabu Siliwangi.

Golok dari berbagai daerah dengan berbagai macam jenis itu pun, dan sudah berumur puluhan tahun itu mata pisaunya masih sangat tajam. Bahkan terdapat bekas sisa peperangan yang digunakan para pejuang untuk mengusir para penjajah.

Selain itu, Golok yang berasal dari wilayah Banten  dan terbuat dari bahan material baja terdapat ukiran sebuah ayat dari Al-quran, dan lafadz Allah dan Nabi Muhammad SAW.

Tidak hanya bermotif ayat al-quran, Golok lainnya juga memiliki cirinyanya sendiri sesuai denga asal usul senjata tajam itu.

Tidak hanya berbagai Golok dari sejumlah daerah, terdapat juga sebuah Pedang Sunduk dari Cirebon yang berukuran sekitar 1 meter. Dalam museum yang didirikaj sejak tahun 2012 tersebut pun terdapat senjata Tombak dan Gobang hingga Keris.

KH. Fajar Laksana mengisahkan, sejumlah Golok berbagai jenis itu diperoleh dari keluarganya besarnya yang berasal dari Banten. Selain itu sejumlah senjata tajam tersebut dipoleh dari beberapa orang keturuanan para pejuang yang menyerahkannya secara pribadi ke Museum untuk dijaga.

Agar senjata tajam itu tetap terjaga dan terawat, sejata tajam terdiri gari Golok, Tombak, dan Pedang itu sering dilakukan perawatan dengan khusus agar tetap terjaga kualitasnya.

Masih tersimpanya sejumlah peralatan itu merupakan sebuah bukti nyata para pejuang kemerdekaan benar-benar memperjuangkanya kemerdekaan bangsa Indonesia.

Masyarakat yang ingin melihat secara langsung bukti nyatakan perlawanan terhadap para penjajah itu, warga dapat mengunjungi Museum Prabu Siliwangi yang terletak di Ponpes Dzikir Al Fath Kota Sukabumi. (G.R)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *