Wali Kota Sukabumi Apresiasi Seni Pertunjukan Ngagotong Lisung yang menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)

MUSEUM PRABU SILIWANGI – Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi terkesan dengan keragaman budaya yang dihasilkan Museum Prabu Siliwangi yang berada di Komplek Pesantren Dzikir Al Fath Kota Sukabumi. Hebatnya, Seni Budaya yang digagas oleh KH. Fajar Laksana yang juga Pendiri Museum Prabu Siliwangi sekaligus Pimpinan Pesantren tersebut sudah mendunia.

Bukan hanya itu, dalam kunjungannya ke Ponpes Dzikir Al Fath dan Museum Prabu Siliwangi Kota Sukabumi pada hari kamis 30 September 2021, Achmad Fahmi bersama Peserta Pelatihan Pariwisata yang diboyong Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Sukabumi disuguhkan dengan penampilan Seni Pertunjukan Maen Boles, Ngagotong Lisung Ngamuk, dan Seni Budaya Pencak Silat.

Ketika memasuki lingkungan Museum Prabu Siliwangi, Wali Kota Sukabumi langsung disambut dengan Naik Lisung Ngampung yang digotong oleh para pendekar pencak silat Sang Maung Bodas.

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd saat Naik Lisung Ngapung

Selain itu, ia meresmikan toko souvenir Museum Prabu Siliwangi yang menjadi kelengkapan fasilitas pendukung untuk wisatawan mendapatkan Cinderamata/Souvenir. Museum Prabu Siliwangi termasuk Ponpes Dzikir Al Fath menurutnya sudah lengkap akan fasilitas penunjang bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Ia menganggap, potensi wisata di Ponpes Dzikir Al Fath sangat kaya dan beragam mulai dari wisata agama, sejarah, hingga seni budaya.

“Tentunya kita bersyukur karena potensi wisata dan budaya di Kota Sukabumi ini sangat minim, di Museum Prabu Siliwangi dan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath ini justru malah mendapat potensi seni budaya yang baik, jadi Insya Allah Ngagotong Lisung, Boles ini bukan satu-satunya yang dimiliki Al Fath,” katanya kepada wartawan, Kamis 30 September 2021.

Selain itu, Dengan disahkannya Seni Ngagotong Lisung Ngamuk sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Fahmi sangat bangga dan memberikan apresiasi karena Seni Pertunjukan Ngagotong Lisung merupakan satu-satunya kesenian yang mewakili Kota Sukabumi.

“Saya mengucapkan Selamat kepada Museum Prabu Siliwangi karena Seni Pertunjukan Lisung dan Boles dijadikan WBTB oleh Provinsi Jawa Barat, ini menunjukan bahwa Lisung dan Boles ini sah dan Resmi menjadi Warisan Budaya Tak Benda” Ujarnya kepada Wartawan.

Kemudian, Dengan Informasi Undangan Sakarya University Turkey bahwa Seni Maen Boles (BOLES) dan Ngagotong Lisung yang merupakan ciri Khas Museum Prabu Siliwangi ini akan tampil di Negeri Turki dalam Festival Budaya Internasional, Achmad Fahmi sangat mendukungnya.

“Tentu kita sangat mendukung serta sangat bangga akan menjadi bagian dari kita semua, Insya Allah akan sama-sama kita dukung keberangkatannya,” ujarnya.

KH. Muhammad Fajar Laksana selaku Pendiri Museum Prabu Siliwangi sekaligus Pimpinan Pesantren Dzikir Al Fath sangat senang dan berterima kasih atas kunjungan orang nomor satu di kota Sukabumi tersebut.

Dia berharap Seni Maen Boles dan Ngagotong Lisung dapat menjadi bahan Promosi bagi Kota Sukabumi karena kesenian ini sudah banyak digemari Wisatan Lokal maupun Mancanegara.

“Alhamdulillah hari ini kedatangan Wali Kota berikut mempromosikan Seni Budaya Ngagotong Lisung dan Boles yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) bahkan tadi kami sengaja memohon kepada Pak Wali Kota untuk mengikuti semua atraksi seni budaya Ngagelis (Ngagotong Lisung) dan Maen Boles dan menjadi sebuah produk promosi hasil dari Kota Sukabumi,” ungkapnya.

“Insya Allah kita juga akan tampil di Negara Turki pada Bulan Desember pada Festival Budaya Internasional Khusus untuk Boles dan Ngagotong Lisung ini kita diundang oleh Sakarya University Turkey dan otomatis Video Klip ini akan saya jadikan salah satu data informasi terlebih dahulu,” ucap KH. Fajar Laksana.

KH. Fajar Laksana juga sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Sukabumi karena kerap melibatkan Museum Prabu Siliwangi dalam Pengembangan Pariwisata di wilayah Kota Sukabumi.

“Kami hari ini pun mendapatkan pelatihan dari pemerintah Kota Sukabumi untuk pemandu wisata dan sebelumnya kami juga dibantu dalam hal bimbingan Homestay oleh Pemerintah Daerah dan Hak Kekayaan Intelektualnya (HAKI Boles dan Ngagotong Lisung),” katanya.***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *