
KORAN GALA – Daya tarik wisata sejarah dan budaya di Kota Sukabumi mendapat perhatian wisatawan mancanegara. Salah satunya arkeolog asal Arab Saudi, Faisal Abu Malik.
Dalam kunjungannya pada 4 Februari lalu, Faisal terpikat oleh berbagai koleksi di Ruang Sejarah Islam di Museum Prabu Siliwangi. Terutama benda-benda peninggalan era nabi-nabi dan Kesultanan Ottoman.
“Dia terharu ketika ke Museum Prabu Siliwangi ini. Utamanya di ruangan sejarah Islam, sebab dia menemukan apa yang tidak temukan di tempat-tempat lain,” kata Kepala Museum Prabu Siliwangi, Erwin Hendarwin, Jumat 24 April 2026.
“Ketika tempat-tempat lain ini menutupi sejarah, di sini banyak terbuka sejarah-sejarah dunia itu. Salah satunya Kitab Zabur berbahasa Suryani,” tambahnya.
Dari berbagai penelitian arkeologi di berbagai negara, dikatakan Faisal naskah-naskah berbahasa Suryani memiliki nilai sastra tinggi.
“Dia cerita dari arkeolog di dunia ini, hanya sedikit yang memahami bahasa Suryani. Salah satu yang paham bahasa Suryani dia,” ujarnya.
Faisal menjelaskan kitab-kitab berbahasa Suryani lainnya di Museum Prabu Siliwangi berisi tentang berbagai informasi. Di antaranya sejarah Nabi Muhammad hingga penanggalan.
“Dia menyampaikan ini sangat sulit dipahami orang awam, sebab bahasanya sarat makna sastra yang tinggi. Salah satunya tentang sejarah Nabi Muhammad, profil Nabi sebelum nama Muhammad itu, namanya Ahmad, artinya terpuji, seperti itu,” papar Erwin.
“Dia juga menyebut ada naskah yang membahas masalah penanggalan, awal penanggalan, mengelilingi matahari, bulan, tentang manzilah-manzilahnya dari zaman dulu sampai sekarang,” lanjutnya.
Naskah sejarah penanggalan tersebut juga menjelaskan bagaimana mendekatkan diri kepada Allah.
“Bukan soal sejarah penanggalan saja, tapi bagaimana cara kita mengisi kehidupan, apakah kita beriman kepada Allah atau tidak,” sebutnya.
Dikatakan, Faisal juga tertarik mengunjungi Museum Prabu Siliwangi kembali untuk observasi lebih jauh mengenai benda-benda koleksinya.
“Dia menyampaikan, insya Allah akan balik lagi ke sini membawa naskah-naskah yang mendukung tentang apa yang ada di Museum Prabu Siliwangi ini,” tutupnya.***